Aku tidak akan membahas tentang keindahan atas ciptaannya atau kejadian alam luar biasa yang penuh tanda tanya.
Aku ingin menuliskan ini sebagai catatan pengingat bahwa ada fenomena penggunaan kata yang luar biasa.
Pada bulan Agustus 2020 seorang yang bernama Lutfi Agizal membuat video bersama seorang ahli bahasa pada akun youtube pribadinya dan menekankan bahwa kata "Anjay" merupakan kata yang seharusnya tidak layak untuk digunakan. Hal ini dikarenakan Lutfi pernah melihat anak di sekitar rumahnya terjatuh dari sepeda kemudian temannya mengatakan "anjay" bukannya menolong.
![]() |
Sumber : medan.tribunnews.com |
Anjay sendiri merupakan bahasa populer plesetan dari kata umpatan anjing. Memingat kata anjing sendiri terlalu kasar apabila digunakan secara langsung. Tetapi, semakin hari orang menggunakan kata anjay sebagai bentuk ekspresi antara kagum dan meledek ke orang lain.
Hal ini begitu ramai di media sosial, bahkan tranding twitter berhari-hari, Lutfi kemudian masuk ke berbagai acara televisi maupun akun youtube terkenal seperti Apa Kabar Indonesia TVOne dan Podcast Om Dedy misalnya.
Banyak orang akan berfikir bahwa hal ini akan menjadi ramai di nitizen saja. Tetapi, ternyata Komisi PA memberikan perhatian pada permasalahan ini. Bahkan meminta dukungan dari DPR untuk aturan pidananya. Ini membuat Lutfi makin banyak dibully oleh nitizen bahkan akun instagram pribadinya sempat menghilang karena banyak yang mereport.
Kemudian pada awal September 2020, viral di dunia maya ada yang mereview odading (roti goreng khas Bandung) Pak Soleh oleh seseorang yang bukan selebgram, bukan pula artis namanya Ade Londok. Review dengan bahasa sunda tongkrongan yang khas, dengan memegang rokok dan odading dan puncak reviewnya adalah "rasanya anjing banget".
![]() |
Sumber : Kompas.tv |
Karena video ini viral, gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendatangi Odading Pak Soleh. Hingga saat ini (18 September 2020) tempat ini mendapat limpahan rezeki luar biasa. Antri panjang 2 jam setiap pembeliannya. Bahkan ramai dari buka pagi jam 6 hingga tutup di jam 6 sore. Bahkan Pak Ade Londok saat ini dipilih menjadi Duta Kuliner Jawa Barat.
Sepertinya sampai sini kita sudah bisa menyimpulkan apa yang ingin aku sampaikan.
Dua kata yang sama yaitu Anjay dan Anjing memiliki efek yang berbeda.
Padahal, dapat juga dikatakan bahwa tujuan Lutfi ada baiknya. Agar sekarang tidak ada orang yang berkata kasar dan lebih mengutamakan penggunaan kata-kata yang baik.
Tapi, zaman memang berubah. Kata kasar menjadi sisipan pada tatanan bahasa anak muda sekarang, menjadi kata-kata yang memperlihatkan keakraban satu sama lain. Memberikan fenomena sosial baru yang mungkin saja dahulu tidak ada. Atau ada tetapi menggunakan kata yang berbeda.
Keduanya membuka pintu rezeki, baik ke Lutfi maupun ke Ade Londok, dan Odading mang Soleh itu sendiri. Tetapi, penerimaan dari masyarakat sungguh berbeda. Perkataan pereview odading bisa dibilang sangat kasar tapi karena dibawakan dengan cara khas tongkrongan pinggir jalan malah jadi diterima dengan baik.
Aku tidak akan memberikan pendapat apapun (haha) karena menulis hal ini memang sebagai pengingat bahwa pernah terjadi hal-hal unik seperti ini.
Kamu sendiri bagaimana? 😆
0 komentar:
Posting Komentar